Prabowo dan Dasco Bahas Laporan Hukum dari Berbagai Daerah di Pertemuan Hambalang

Bocoran HK — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Sabtu (22/11/2025). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat ini membahas berbagai isu strategis, termasuk laporan hukum dari sejumlah daerah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Dasco menyerahkan sejumlah dokumen penting kepada Presiden. “Dalam pertemuan tersebut, Prof. Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan sejumlah surat serta laporan tertulis dari berbagai daerah,” ujar Teddy melalui keterangan tertulis Sekretariat Presiden.

Fokus pada Penegakan Hukum

Presiden Prabowo dikabarkan langsung menelaah laporan-laporan tersebut dan melakukan diskusi mendalam mengenai berbagai persoalan hukum yang sedang berkembang di Tanah Air. Teddy menegaskan bahwa kepala negara memberikan perhatian serius terhadap dinamika di berbagai wilayah, khususnya yang berkaitan dengan penegakan keadilan dan kepastian hukum.

“Presiden Prabowo kemudian berdiskusi mengenai perkembangan berbagai persoalan hukum yang tengah terjadi di Tanah Air,” jelas Seskab Teddy.

Komitmen Komunikasi Eksekutif-Legislatif

Pertemuan ini disebut sebagai bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk menjaga komunikasi yang konstruktif dengan lembaga legislatif. Melalui pertemuan semacam ini, pemerintah dapat menerima masukan langsung dari para pemangku kepentingan, terutama terkait isu-isu yang berdampak langsung pada masyarakat.

Rangkaian Pertemuan Intensif

Ini merupakan pertemuan ketiga antara Prabowo dan Dasco dalam satu pekan terakhir. Sebelumnya, pada Kamis (20/11/2025), keduanya bertemu di Istana Merdeka untuk membahas kesejahteraan pengemudi ojek daring, reforma agraria, dan persiapan haji 2026.

Sementara pertemuan pada Senin (17/11/2025) difokuskan pada pembahasan program strategis pemerintah di bidang olahraga, hilirisasi industri, serta situasi politik dan keamanan nasional.

Intensitas pertemuan ini menunjukkan eratnya koordinasi antara eksekutif dan legislatif dalam menangani berbagai persoalan bangsa, sekaligus mencerminkan pendekatan pemerintahan yang kolektif dan inklusif.