Pemerintah Rombak Distribusi Minyakita, 35 Persen Dialihkan ke Bulog dan ID Food

Slot Deposit 5000 — Pemerintah kembali melakukan penyesuaian terhadap skema penyaluran minyak goreng bersubsidi Minyakita. Kali ini, Kementerian Perdagangan melibatkan BUMN pangan dalam rantai distribusinya dengan tujuan memperkuat ketersediaan dan stabilitas harga, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa sedikitnya 35 persen pasokan Minyakita nantinya akan didistribusikan langsung oleh Perum Bulog dan ID Food. Revisi terhadap Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang menjadi dasar perubahan kebijakan ini disebut sudah hampir rampung.

Menurut Budi, harmonisasi aturan telah dilakukan dan akan dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan. Ia optimis perubahan tersebut dapat memperbaiki alur distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang karena melibatkan produsen, distributor tingkat pertama dan kedua, hingga pengecer. Pola lama dianggap rawan memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

Melalui pelibatan BUMN pangan, pemerintah menargetkan harga Minyakita tetap terkendali dan tidak melonjak di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Budi menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan distribusi minyak goreng bersubsidi lebih tepat sasaran dan tersedia cukup bagi masyarakat di berbagai daerah. Ia juga menambahkan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok saat ini masih stabil dan pasokan aman menjelang akhir tahun.

Pekan depan, pemerintah akan melakukan koordinasi lanjutan dengan para distributor dan pemasok guna memastikan seluruh kebutuhan pokok tetap terjaga. Hingga saat ini, belum terlihat adanya lonjakan harga yang signifikan di pasar. Pemerintah berkomitmen terus memantau kondisi pasokan dan kebutuhan masyarakat selama periode Nataru.